Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Islam Malang resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang digelar di lantai 7 Gedung Pascasarjana Unisma, Jumat (30/1/2026), dengan mengusung tema “Think Global, Act Local”. Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepengurusan baru PMII Komisariat Unisma periode 2026.
Dalam sambutannya, Ketua Komisariat terpilih, Sahabat Fawaid, menegaskan bahwa PMII Unisma merupakan rumah besar bersama bagi seluruh kader.
“PMII Unisma ini menjadi rumah besar kita bersama sebagaimana senior-senior menyampaikan bahwa komisariat ini adalah tempat melemburnya segala kegelisahan pada masa lalu,” ujar Fawaid dalam sambutannya.
Ia menekankan pentingnya mengakhiri konflik internal yang sebelumnya muncul akibat perbedaan kepentingan. Menurutnya, seluruh kader harus kembali bersatu membawa satu tujuan bersama.
“Jadi yang kemarin-kemarin suka konflik, gara-gara politik suka saling intrik, saatnya kita sekarang menjadi satu, membawa satu kepentingan untuk PMII Komisariat Universitas Islam Malang,” tegasnya.
Lebih lanjut, Fawaid menilai persoalan utama yang dihadapi organisasi adalah ketidakmampuan kader dalam menjawab situasi dan menjadi solusi di tengah dinamika organisasi.
“Masalahnya adalah karena kita tidak bisa menjawab situasi, karena kita tidak bisa menjadi solusi, bahkan di antara kita tidak bisa menjadi kader yang bertanggung jawab atas amanah yang telah dititipkan,” ungkapnya.
Ia pun berharap kepengurusan yang baru dapat menunjukkan komitmen dan tanggung jawab atas kesepakatan yang telah dibangun bersama.
“Kita harus bertanggung jawab dan komitmen dengan seluruh apa yang kemudian kita telah sepakati,” katanya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni PMII (IKAPMII) Unisma, Khairul Anam, S.P., turut memberikan pesan kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia menekankan pentingnya kedekatan pengurus dengan kader di tingkat bawah.
“Pengurus PMII Unisma yang pertama yang kami harapkan adalah sebagai pengurus PMII Unisma harus berani dan intensitas menyapa sahabat kader-kader,” ujar Khairul Anam.
Ia juga mengingatkan agar pengurus tidak bersikap eksklusif dan hanya beraktivitas di lingkaran tertentu.
“Jangan kemudian pengurus eksklusif hanya berada di Bunga Sarian dan kemudian tidak mau mobilitasnya, turba atau menyapa pengurus rayon yang ada di komisariat,” pungkasnya.


Leave a Comment