PMIIUNISMA – PMII Komisariat Universitas Islam Malang (Unisma) menggelar Sekolah Advokasi Vol. 3 di Graha PMII Komisariat Unisma, Minggu (4/10/2026) malam. Kegiatan ini membekali kader dengan strategi dan taktik agar gerakan mahasiswa mampu mendorong perubahan nyata.
Sekolah Advokasi Vol. 3 mengangkat tema “Strategi, Taktik Advokasi dan Gerakan Mahasiswa”. Kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 18.30 WIB.
PMII menghadirkan Ahmad Adi Susilo, M.Sos., sebagai pemateri. Ia dikenal memiliki pengalaman dalam advokasi publik dan pernah menjabat Koordinator Malang Corruption Watch (MCW) periode 2023-2025.
Kegiatan diawali sambutan Wakil Ketua II PMII Komisariat Unisma, Sahabat Fauzan. Sementara jalannya diskusi dipandu Sahabat Rofiq, Koordinator Pengelolaan Opini, Mobilisasi, dan Aksi, sebagai moderator.
Sekolah Advokasi tersebut berangkat dari pandangan bahwa kemampuan mahasiswa tidak cukup hanya dengan mengkritik persoalan. Gerakan mahasiswa juga membutuhkan kemampuan membaca masalah secara menyeluruh dan menentukan langkah yang tepat.
Dalam proses advokasi, mahasiswa dituntut mampu memetakan kekuatan, menentukan sasaran, menyusun strategi, hingga memilih taktik yang sesuai dengan persoalan yang dihadapi.
Pesan itu dirangkum dalam jargon kegiatan: “Gerakan tanpa strategi hanya menjadi riuh. Strategi tanpa keberanian hanya menjadi wacana.”
Melalui kegiatan ini, PMII Komisariat Unisma mendorong kader agar tidak berhenti pada posisi sebagai pengamat berbagai persoalan sosial.
Para kader diharapkan mampu memahami kerja advokasi secara lebih sistematis, mulai dari membaca persoalan, mengorganisir kekuatan, hingga memperjuangkan penyelesaian atas masalah yang terjadi di masyarakat. (*)
*) Pewarta: LPK Komunis.
