Perjalanan Pulang Menemukan Diri Sendiri

OPINI, PMIIUNISMA – Setiap hari rasa malu dan insecure itu selalu ada. Bahkan, terkadang ia merasa malas bertemu dengan banyak orang karena sebagian dari mereka mengejeknya hanya karena ia tidak sesempurna perempuan-perempuan yang mereka lihat di luar sana.

Seiring berjalannya waktu, ia belajar dari ketidaksempurnaan itu. Ia menyadari bahwa menjadi diri sendiri tidak harus terus mendengarkan perkataan orang lain. Menjadi kuat pun bukan berarti harus menahan semua rasa. Sebab tubuh yang terus dipaksa akan lelah, dan hati yang terus memendam akan kehilangan suaranya.

Maka perlahan ia mulai berubah. Ia memilih makanan yang baik untuk tubuhnya dan melakukan aktivitas yang tidak menguras terlalu banyak energi. Ia memberi dirinya waktu istirahat yang cukup tanpa merasa bersalah kepada orang-orang di sekitarnya, menikmati indahnya pagi, mengurangi hal-hal yang menguras pikirannya, serta belajar menerima bahwa tidak semua orang harus mengerti dirinya.

Orang-orang mengira dirinya telah berubah, padahal sebenarnya ia sedang kembali kepada dirinya sendiri.

Ia memahami bahwa merawat tubuh bukan sekadar menjaga penampilan, melainkan bentuk penghormatan dan rasa syukur atas kehidupan yang telah Allah berikan. Menjaga kesehatan mental dan fisik bukanlah sebuah kelemahan, melainkan keberanian dan bukti bahwa hidup membutuhkan kewarasan serta ketenangan.

Karena perempuan yang paling kuat bukanlah ia yang tidak pernah menangis, melainkan ia yang tetap memilih untuk hidup di tengah lingkungan yang penuh luka, tetap menjaga hatinya agar tenang dan sabar, serta percaya bahwa dirinya pantas untuk sembuh.

Sejak saat itu, ia berjanji kepada dirinya sendiri bahwa sebelum menjadi rumah bagi orang lain, ia akan menjadi tempat pulang yang paling nyaman untuk dirinya sendiri.

Untuk perempuan yang belum bisa menjadi dirinya sendiri, cepatlah pulang. Karena sebaik-baiknya orang lain, tetap diri kitalah tempat yang paling baik untuk kembali. Dan jangan pernah merasa insecure terhadap nikmat yang Tuhan berikan, sebab engkau cantik di mata orang yang bersyukur memilikimu. (*)

*) Penulis: Sahabati Sofiatul Muslimah, Kader Rona Gallusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *