PMIIUNISMA – Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Komisariat Universitas Islam Malang (Unisma) menggelar kaderisasi formal Sekolah Kader Putri (SKP) di Gedung Aswaja Center, Kota Batu, Sabtu-Minggu (6-7/6/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Intelektualitas Perempuan Pilar Utama dalam Menjawab Tantangan Zaman”.
Sekolah Kader Putri (SKP) menjadi wadah penguatan kapasitas kader perempuan PMII agar mampu menjawab berbagai tantangan sosial, pendidikan, dan kepemimpinan di tengah perkembangan zaman.
Ketua Panitia Pelaksana SKP, Nurhalimah, mengatakan kegiatan tersebut diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari kader internal PMII Unisma maupun kader PMII dari berbagai komisariat di Kota Malang.
Menurutnya, kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran bagi kader perempuan untuk memperluas wawasan, meningkatkan kesadaran gender, serta memperkuat kemampuan kepemimpinan.
Ketua Kopri Komisariat PMII Unisma, Sahabati Naura, berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama proses kaderisasi, baik dalam kehidupan organisasi maupun masyarakat.
“Bisa bermanfaat untuk kalian semua bukan hanya sebatas catatan saja, tetapi bagaimana ketika kalian nanti selesai dan kembali ke lingkungan kalian masing-masing, kalian dapat mengamalkan ilmu-ilmu kalian, baik dalam sikap maupun tindakan,” ujar Naura.
Ia menegaskan bahwa kader perempuan tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki keberanian mengambil peran strategis di tengah masyarakat.
“Saya harap teman-teman semua nanti bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi teman-teman bisa sadar dan berani mengambil peran nanti di tengah masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Kopri PC PMII Kota Malang, Sahabati Putri, mengajak peserta untuk memandang kaderisasi sebagai kesempatan bertumbuh, bukan sebagai beban organisasi.
Ia mendorong seluruh kader putri untuk aktif bertanya, berdiskusi, dan berani mengambil posisi kepemimpinan. Menurutnya, rasa takut dan keraguan diri sering kali menjadi penghambat utama perempuan untuk berkembang.
Putri menyampaikan bahwa pengalaman kaderisasi telah membuktikan mampu membentuk karakter dan kapasitas kader menjadi lebih baik. Karena itu, ia berharap SKP mampu melahirkan pemimpin-pemimpin perempuan yang berani, berdaya saing, dan memberikan dampak luas bagi masyarakat.
“Harapannya tidak ada lagi kader putri yang takut untuk maju menjadi ketua di berbagai tingkatan organisasi,” tuturnya.
*) Pewarta: LSO PMII Komunis.




