• Headline
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tentang
PMII Unisma
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Cerpen
  • Essay
  • Opini
  • Puisi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Cerpen
  • Essay
  • Opini
  • Puisi
No Result
View All Result
PMII Unisma
No Result
View All Result
Home Opini

Pak Presiden, ini Arahnya Kemana?

pmii by pmii
June 16, 2026
in Opini
0
Pak Presiden, ini Arahnya Kemana?
0
SHARES
90
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

OPINI, PMIIUNISMA – Di tengah berbagai janji besar tentang Indonesia maju, kesejahteraan rakyat, dan masa depan yang lebih baik, masyarakat hari ini justru dihadapkan pada pertanyaan sederhana yang semakin sulit dijawab, sebenarnya negara ini sedang diarahkan ke mana?

Rakyat diminta percaya pada optimisme pembangunan, tetapi pada saat yang sama tekanan ekonomi semakin terasa. Nilai tukar rupiah melemah, harga kebutuhan pokok terus meningkat, berbagai kebijakan lahir tanpa benar-benar memberikan rasa aman bagi masyarakat kecil. Dalam situasi seperti ini, negara seharusnya hadir sebagai solusi, bukan justru menambah keresahan melalui kebijakan yang semakin jauh dari realitas rakyat.

Di tengah kondisi seperti ini, mahasiswa kembali turun ke jalan. Dan perlu dipahami, jangan pernah Pemerintah menganggap bahwa turunnya mahasiswa hari ini hanyalah sebuah bentuk romantisme sejarah.

Sejarah bangsa ini menunjukkan bahwa setiap gelombang perlawanan mahasiswa selalu lahir dari kegelisahan sosial yang nyata. Gerakan mahasiswa bukan hadir karena keinginan menciptakan kekacauan, melainkan sebagai respons ketika negara mulai kehilangan sensitivitas terhadap kondisi rakyatnya sendiri. Karena pada dasarnya, kuantitas mahasiswa yang turun ke jalan sering kali menjadi cerminan dari kualitas rezim yang sedang berkuasa.

Bukan hal yang mustahil jika keadaan terus bergerak ke arah seperti ini, suara-suara mengenai reformasi jilid dua akan semakin nyaring terdengar. Kita memang belum berada pada situasi serupa dengan keadaan Indonesia 1998. Namun melihat berbagai dinamika pemerintahan hari ini, patut kita pertanyakan, apakah kita sedang belajar dari sejarah, atau justru perlahan berjalan ke arah yang sama?

Dan lagi pertanyaanya, Pak Presiden, ini arahnya ke mana?

Karena jangan sampai bangsa ini kembali belajar dengan cara yang sama, menunggu keadaan memburuk, baru kemudian menyadari bahwa sejak awal arah perjalanan negara sudah sedang dipertanyakan. (*)

*) Penulis: Sahabati Risma Nurijah

Tags: Opinipmiiunisma
Previous Post

PARCOK, KEKUASAAN, DAN DEMOKRASI

Next Post

Fast Culture, Simulakra, dan Degradasi Kesadaran Manusia Modern

pmii

pmii

Next Post
Fast Culture, Simulakra, dan Degradasi Kesadaran Manusia Modern

Fast Culture, Simulakra, dan Degradasi Kesadaran Manusia Modern

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers

Recent News

Menembus Penjara Tak Kasat Mata: Tolong Berhenti Membebani Anak Perempuan Saja!

Menembus Penjara Tak Kasat Mata: Tolong Berhenti Membebani Anak Perempuan Saja!

July 30, 2026
Anak Keracunan MBG, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Anak Keracunan MBG, Siapa yang Bertanggung Jawab?

July 29, 2026
Mengapa Secara Matematika Korupsi di Indonesia Sangat Rasional?

Mengapa Secara Matematika Korupsi di Indonesia Sangat Rasional?

July 21, 2026
Unisma Bukan Gerbong Pelecehan Seksual

Unisma Bukan Gerbong Pelecehan Seksual

July 20, 2026
PMII Unisma

Website Resmi PK PMII Unisma

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Cerpen
  • Essay
  • Opini
  • Puisi

© 2026 https://pmiiunisma.or.id - Dikir, Fikir, dan Amal Sholeh